Sabtu, 29 Desember 2012

Pengembangan alinea


Pengembangan alinea

Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Berikut ini beberapa metode pengembangan paragraf beserta contoh paragrafnya :

Metode Definisi
Metode ini menjelaskan batasan-batasan terhadap sesuatu, di dalamnya penulis menguraikan dan menjelaskan tentang tema yang dibicarakan.

Hati terletak didalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati menghasilkan empedu yang kemudian ditampung dalam kentong empedu dan disalurkan ke usus dua belas jari melalui saluran empedu. Empedu berasal dari sel darah merah yang telah rusak dan dihancurkan dalam limpa. Selain sebagai alat ekskresi, hati berfungsi Mengatur kadar gula dalam darah, menyimpan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh, sebagai tempat pembuatan protombin dan fibrinogen, sebagai tempat pengubah provitamin A menjadi vitamin A, sebagai tempat pembentukan urea.

Metode Sebab-akibat
Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia.

Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan, salah satu diantaranya ialah cacing perut yang ditularkan melalui tanah. Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian, karena menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai risiko tinggi terjangkit penyakit ini. Dalam rangka menuju Indonesia Sehat 2010, Pembangunan Kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, pembangunan tersebut mempunyai tujuan untuk mewujudkan manusia yang sehat, produktif dan mempunyai daya saing yang tinggi. Salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai derajat kesehatan yang tinggi dengan mutu kehidupan yang berkualitas

Metode Proses
Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis).

Sumber-sumber dari iodin makanan termasuk garam beriodin, preparat vitamin, obat yang mengandung iodin, dan media kontras beriodin. Iodin, seperti klorida, diabsorbsi dengan cepat dari saluran gastrointestinal dan didistribusikan dalam cairan ekstraselular demikian juga dalam sekresi kelenjar liur, lambung dan ASI. Walaupun konsentrasi iodida organik dalam pool cairan ekstraselular bervariasi langsung dengan asupan iodida, I cairan ekstraslular biasanya rendah sekali karena bersihan iodida yang cepat dari cairan ekstraselular melalui ambilan tiroidal dan bersihan ginjal. Konsentrasi I dalam cairan ekstraselular adalah 0,6 µg/dL, atau sejumlah 150 µg I dalam pool ekstraselular 25 L. Dalam kelenjar tiroid, terdapat transpor aktif dari I serum melintasi membrana basalis sel tiroid . Tiroid mengambil sekitar 115 µg I per 24 jam; sekitar 75 µg I digunakan untuk sintesis hormon dan disimpan dalam tiroglobulin; sisanya kembali ke dalam pool cairan ekstraselular. Pool tiroid dari iodin organik sangat besar, mencapai rata-rata
8-10 mg; dan merupakan suatu cadangan hormon dan tirosin teriodinisasi yang melindungi organisme terhadap periode kekurangan iodin. Dari pool cadangan ini, sekitar 75 µg iodida hormonal dilepaskan ke dalam sirkulasi setiap harinya. Iodida hormonal ini sebagian besar berikatan dengan protein pengikat-tiroksin serum, membentuk suatu pool sirkulasi dari sekitar 600 µg I hormonal (sebagai T3 dan T4). Dari pool ini, sekitar 75 g I sebagai T3 dan T4 diambil dan dimetabolisir oleh jaringan. Sekitar 60 g I dikembalikan ke pool iodida dan sekitar 15 µg I
hormonal dikonjugasi dengan gulkoronida atau sulfat dalam hait dan diekskresikan ke dalam feses.

Metode Contoh
Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraph.

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi manusia untuk mempertahankan hidup dan kehidupan. Pangan sebagai sumber zat gizi misalnya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air, menjadi landasan utama manusia untuk mancapai kesehatan dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Siklus kehidupan misalnya janin dalam kandungan, balita, anak, remaja, serta dewasa maupun usia lanjut. Dari keseluruhan siklus tersebut membutuhkan makanan yang sesuai dengan syarat gizi untuk mempertahankan hidup, tumbuh dan berkembang.

Metode Klasifikasi
Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi.

Terdapat sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam genus Morinda. Menurut H.B.Guppy, ilmuwan Inggris yang mempelajari Mengkudu sekitar tahun 1900, kira-kira 60 persen dari 80 spesies Morinda tumbuh di pulau-pulau besar maupun kecil, di antaranya Indonesia, Malaysia dan pulau-pulau yang terletak di Lautan India dan Lautan Pasifik. Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai nilai ekonomis, antara lain: Morinda bracteata, Morinda officinalis, Morinda fructus, Morinda tinctoria dan Morinda citrifolia. Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai "Queen of The Morinda". Spesies ini mempunyai nama tersendiri di setiap negara, antara lain Noni di Hawaii, Nonu atau Nono di Tahiti, Cheese Fruit di Australia, Mengkudu, Pace di Indonesia dan Malaysia.

Rabu, 10 Oktober 2012


PENULISAN KATA dan PENULISAN KARANGAN ILMIAH


Penulisan Kata
Penulisan kata di pengaruhi oleh delapan kriteria, yaitu :

1.     Kata Dasar
2.     Kata turunan
3.     Bentuk Ulang
4.     Gabungan Kata
5.     Kata Depan ( di, ke, dari )
6.     Kata Sambung ( si dan sang )
7.     Singkatan dan Akronim
8.     Angka dan Lambang Bilangan

Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam penulisan ilmiah ada tiga kriteria, yaitu :

1.     Karangan Non Ilmiah
2.     Karangan Semi Ilmiah
3.     Karangan Ilmiah

Karangan non ilmiah adalah karangan yang tidak berkait dengan karangan baku.
Karangan semi ilmiah adalah karangan ilmiah yang karakteristiknya di antara ilmiah dan non ilmiah.
Karangan ilmiah adalah karanan yang memiliki aturan di sejumlah persyaratan khusus yang memngangkut metode dan pengguna bahasa.

Manfaat Penyusunan Karangan Ilmiah
Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya
ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan
mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog
pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas
dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

Sikap Ilmiah ada tujuh, yaitu :

1.     Selalu Ingin Tahu
2.     Berpikir Secara Kritis
3.     Menghargai Orang Lain
4.     Berani Mempertahankan Kebenaran
5.     Menjangkau ke Depan
6.     Terbuka dalam Menerima Kritik dan Saran
7.     Obyek atau Apa Adanya dan Tidak Mengada-ada

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

1.     Menyajikan Fakta Obyektif
2.     Penulisannya Cermat dan Memenuhi EYD
3.     Tidak Mengejar Keuntungan Pribadi
4.     Sistematis dalam Metode Penulisannya
5.     Tidak Emotis dengan Cara Tidak Menyinggung Orang Lain
6.     Slalu di Dukung Oleh Data
7.     Memuat Kebenaran
8.     Tidak Melebih-lebihkan Sesuatu

Ragam Bahasa Ilmia

1.     Cendikia
2.     Lugas
3.     Jelas , Bertolak Belaka dengan Gagasan
4.     Obyek dan Konsisten

KALIMAT EFEKTIF 2
KEHEMATAN KATA, KEPADUAN GAGASAN, KELOGISAN MAKNA


Kehematan Kata
Kehematan kata adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Untuk memperhemat kata dapat di lakukan dengan cara :

1.     Menghilangkan penglangan subjek
2.     Menghindari pemakaian superordinate pada kata hiponim
3.     Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
4.     Tidak menjamakan kata yang sudah jamak

Hiponim adalah kata-kata yang sudah memiliki kelompoknya dan sedangkan superordinate adalah menambah kata pada hiponim agar semakin jelas.

Kesatuan Gagasan
Kesatuan gagasan adalah terdapatnya ide pokok dalam sebuah kalimat. Kesatuan gagasan janganlah diartikan bahwa hanya terdapat suatu ide tunggal. Secara praktis, sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh Subjek, predikat, objek. Kesatuan yang diawali oleh subjek, predikat, dan objek itu berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan.
Berikut contoh-contoh kesatuan gagasan yang jelas maupun yang tidak jelas.
a. kesatuan gagasannya jelas
- Semua penduduk desa itu mendapat penjelasan mengenai Rencana Pembangunan Lima Tahun
- Dia telah meninggalkan rumahnya jam enam pagi, dan telah berangakat dengan pesawat satu jam yang lalu.
b. kesatuan yang gagasannya tidak jelas
Kesatuan gagasan biasanya menjadi kabur karena kedudukan subjek atau predikat tidak jelas, terutama kalu salah dalam menggunakan kata-kata depan.
Contoh :
-Di rumah-rumah sakit penuh sesak penderita-penderita atom yang belum mati
            -kebutuhan akan makan oleh manusia tidak akan menunggu sampai esok hari

Kelogisan
Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis atau masuk akal.

KALIMAT EFEKTIF 1
KESEPADANAN, KEPARALELAN, KETEGASAN



Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah Kalimat Yang memperlihatkan bahwa proses penelaahan penyampaian oleh pembicara / penulis Dan proses imunisasi meliputi Nilai Akhir oleh pendengar / pembaca berlangsung Artikel Baru Sempurna sehingga isi atau maksud Yang di sampaikan oleh pembicara / penulis tergambar lengkap Illustrasi Pikiran pendengar / pembaca. Pesan Yang diterima oleh pendengar / pembaca relatif sama Artikel Baru Yang di kehendaki oleh pembicara / penulis.


Ciri-ciri kalimat efektif adalah :

1.     Kepadanan struktur
2.     Keparalelan
3.     Ketegasan
4.     Kehematan kata
5.     Kepaduan gagasan
6.     Kelogisan bahasa

Kalimat Non Efektif

Kalimat non efektif adalah kalimat Kalimat Yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat Yang terdapat PADA Kalimat efektif.

Ciri-ciri kalmiat non efektif adalah :

1.     Pengadaan makna ganda
2.     Pengadaan makna nirlogis atau tidak logis
3.     Pengadaan gejala pleonostis
4.     Kalimat terlalu panjang atau bertele-tele
5.     Kalimat tidak lengkap

Kesepadanan
Kesepadanan adalah

Ciri-iri kesepadanan adalha :

1.     Strukturnya jelas
2.     Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan yang di tempatkan di depan subjek
3.     Tidak terdapat subjek ganda
4.     Predikatnya tidak di dahului dengan kata yang

Keparalelan
Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya,sama pola atau susunannya dan frasa yang dipakai di dalam kalimat tersebut. Bila bentuk pertama menggunakan nominal atau benda maka bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nominal atau benda.

Ketegsan
Ketegasan atau penekan kata adalah perlakuan khusus tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.

Cara penekanan dalam kalimat sebagai berikut :

1.     Meletakkan kata yang di tonjolkan pada awal kalimat
2.     Melakukan pengulangan kata
3.     Melakukan pengontrasan kata kunci
4.     Menggunakan partikel penegas ( lah, pun, dan kah )